Langsung ke konten

Low Tuck Kwong Buka Suara soal 30,25% Saham Bayan ke Haji Isam: Tidak Ada Tekanan, Murni Bisnis

Aneke Safitri

Low Tuck Kwong Buka Suara soal 30,25% Saham Bayan ke Haji Isam: Tidak Ada Tekanan, Murni Bisnis
Haji isam dan Dirut Bayan ( sumber : Bloomberg)

PorosMaritim.com – Pendiri Bayan Resources, Dato' Low Tuck Kwong, akhirnya memberikan penjelasan mengenai pengalihan 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kepada pihak pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam.

Low menegaskan bahwa transaksi bernilai besar tersebut bukan dilakukan karena tekanan ataupun campur tangan pihak tertentu.

Menurutnya, keputusan pengalihan saham merupakan bagian dari kesepakatan bisnis yang lahir melalui proses negosiasi kedua belah pihak.

Penegasan itu disampaikan melalui Direktur Bayan Resources, Merlin, yang mewakili Low dalam kegiatan BayRun for Charity 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Merlin menyampaikan pesan Low yang menekankan bahwa hubungan kedua pengusaha tersebut tetap berjalan baik.

"Hubungan saya dengan Pak Haji baik. Tidak ada tekanan. Semua pure bisnis, negosiasi, dan kesepakatan bersama," demikian pernyataan Low yang disampaikan melalui perwakilannya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan dari pihak Low di tengah perhatian publik terhadap perubahan komposisi kepemilikan saham salah satu perusahaan pertambangan batu bara besar di Indonesia tersebut.

Pengalihan saham BYAN kepada PT Jhonlin Baratama, perusahaan yang dikaitkan dengan Haji Isam, menjadi perhatian pasar setelah transaksi tersebut mengubah peta kepemilikan saham Bayan Resources.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan perusahaan, PT Jhonlin Baratama mengakuisisi sebanyak 10.084.088.370 saham biasa atau setara 30,25 persen dari total saham BYAN.

Transaksi tersebut merupakan bagian dari perjanjian jual beli saham yang sebelumnya melibatkan Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan PT Jhonlin Baratama.

Dengan masuknya Jhonlin Baratama sebagai pemegang saham dalam jumlah signifikan, perhatian investor pun tertuju pada perkembangan bisnis dan arah kerja sama kedua kelompok usaha tersebut.

Penjelasan Low juga memberikan gambaran mengenai sikapnya terhadap hubungan bisnis dengan Haji Isam.

Alih-alih memperbesar spekulasi mengenai transaksi tersebut, pihak Low menekankan pentingnya melihat pengalihan saham sebagai keputusan korporasi yang didasarkan pada kesepakatan.

Momentum kebersamaan keduanya dalam BayRun for Charity 2026 juga menjadi perhatian. Kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan kedua tokoh usaha dalam agenda sosial yang diselenggarakan Bayan Group.

Bagi dunia usaha, keterbukaan informasi dan kepastian dalam setiap transaksi merupakan hal penting untuk menjaga kepercayaan investor maupun masyarakat.

Penegasan Low mengenai tidak adanya tekanan dalam transaksi tersebut menjadi salah satu informasi penting untuk memahami latar belakang pengalihan saham BYAN.

Publik kini menantikan bagaimana perkembangan kerja sama kedua kelompok usaha itu ke depan serta kontribusinya terhadap sektor pertambangan dan perekonomian nasional.

Penulis: Aneke Safitri | Editor: IAS

Bagikan: