Langsung ke konten

Australia Kirim Pesawat Hercules, Sekali Terbang Bisa Guyur 15.000 Liter Air untuk Padamkan Karhutla di Kaltim

Nawan Vedonk

 Australia Kirim Pesawat Hercules, Sekali Terbang Bisa Guyur 15.000 Liter Air untuk Padamkan Karhutla di Kaltim
Pes (Foto: Pesawat Hercules ( foto. Antara))

RuangAnakBangsa.com – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat dukungan internasional.

Pemerintah Australia mengerahkan armada pesawat khusus pemadam kebakaran untuk membantu Indonesia mengatasi titik-titik api yang tersebar di sejumlah wilayah.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari kerja sama penanggulangan bencana antara Indonesia dan Australia, dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai pihak yang memfasilitasi pengerahan armada udara.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan pesawat pengebom air atau water bombing tersebut memiliki kapasitas angkut hingga 15.000 liter air dalam satu kali penerbangan (sorti).

Menurut Seno, pengerahan pesawat Australia merupakan tindak lanjut atas permintaan bantuan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada BNPB di Jakarta.

"Kami meminta dukungan penanganan karhutla di Kaltim. Alhamdulillah direspons cepat oleh BNPB dengan mengerahkan bantuan pesawat dari Australia untuk melakukan water bombing di wilayah ini," kata Seno Aji, sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (8/11/2026).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga dijadwalkan turut memantau pelaksanaan operasi udara tersebut guna memastikan penanganan kebakaran berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Operasi pemadaman dari udara difokuskan pada empat wilayah yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Kutai Timur.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah daerah, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 40 hingga 50 hektare.

Operasi bantuan udara ini direncanakan berlangsung hingga 12 November 2026. Kehadiran pesawat berkapasitas besar diharapkan dapat memperkuat upaya petugas darat, terutama ketika menghadapi titik api yang membutuhkan penanganan dari udara.

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi, menjelaskan bahwa operasi perdana telah dilaksanakan pada Jumat (6/11/2026).

Pesawat Hercules C-130 milik New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) langsung melakukan tiga kali penerbangan untuk menjatuhkan air di kawasan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan titik api yang telah dipetakan sebagai lokasi prioritas.

Bantuan Australia tidak hanya berupa pesawat pemadam. Dukungan tersebut juga melibatkan pesawat Cessna Citation yang bertugas sebagai pesawat pemandu serta personel spesialis penerbangan dari NSW RFS.

BNPB sebelumnya menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan sekitar 20 personel spesialis penerbangan Australia, termasuk pilot dan kru pendukung.

Dengan kapasitas angkut air mencapai 15.000 liter, Hercules C-130 dipersiapkan untuk melakukan hingga enam sorti penerbangan dalam sehari, bergantung pada kondisi operasional dan kebutuhan pemadaman.

Kerja sama ini diharapkan memperkuat koordinasi penanggulangan karhutla, sekaligus membantu mempercepat penanganan kebakaran yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas lingkungan.

Di tengah upaya pemadaman, keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran juga tetap diperlukan. Menghindari pembakaran saat membuka lahan serta segera melaporkan kemunculan titik api menjadi langkah penting untuk menekan risiko meluasnya karhutla.

Bagi Kalimantan Timur, operasi bantuan udara ini menjadi salah satu upaya bersama untuk melindungi kawasan permukiman, lingkungan, dan keselamatan masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Penulis: Nawan Vedonk | Editor: IAS

Bagikan: