Langsung ke konten

Karhutla Gunung Latimojong Masih Menyisakan Bara Api, Relawan Masih Berjuang

Hafiz

2 kali dibaca

Karhutla Gunung Latimojong Masih Menyisakan Bara Api, Relawan Masih Berjuang
Kebakaran karhutla ( foto.istimewa)

MediaAnakBangsa.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Latimojong, Enrekang, Sulawesi Selatan.

Relawan disebut masih berjibaku memadamkan bara api menggunakan peralatan seadanya pada minggu, 8 November 2026.

Informasi tersebut dibagikan akun Threads @puturmdn yang menyebut lokasi kebakaran berada di jalur Dusun Angin-Angin. Unggahan itu memperlihatkan upaya relawan mencegah bara kembali menyala.

Dalam unggahannya, akun tersebut menulis, "para relawan lainnya berjibaku memadamkan bara API yg masih menyala dengan alat seadanya untuk Meminimalisir agar tidak kembali menyala."

Kebakaran di kawasan Gunung Latimojong bukan pertama kali terjadi sepanjang 2026. Pada Agustus, api dilaporkan muncul di sekitar puncak Pentialloan dan jalur pendakian via Dusun Angin-Angin.

Pada Oktober, titik api kembali dilaporkan muncul dan meluas di sejumlah pos pendakian. Pemerintah setempat kemudian menutup jalur pendakian karena kondisi hutan dinilai rawan terbakar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan, Kasman, sebelumnya menjelaskan penanganan karhutla dilakukan lintas sektor. Petugas melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, KPH, serta masyarakat.

"Kalau terjadi kebakaran, teman-teman di lapangan langsung turun memadamkan bekerja sama dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni," kata Kasman dalam keterangan Pemprov Sulsel, minggu (8/11/ 2026).

BMKG dalam prakiraan cuaca periode 6–12 November 2026 menyebut sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi kondisi kering meski hujan berpotensi meningkat secara lokal. El Niño sangat kuat dan IOD positif masih memengaruhi dinamika atmosfer.

BMKG juga mencatat aktivitas MJO berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi bagian tengah hingga selatan. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menjamin hujan turun di titik kebakaran Gunung Latimojong.

Lembaga tersebut tetap mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Hingga Sabtu, 7 November 2026, belum ditemukan keterangan resmi terbaru dari pemerintah daerah atau instansi penanggulangan bencana yang memastikan luas kebakaran, jumlah personel di lokasi, dan perkembangan pemadaman di jalur Dusun Angin-Angin.

Karena itu, kondisi yang dibagikan relawan perlu menjadi perhatian, terutama untuk memastikan bara api tidak kembali membesar. Penanganan lanjutan dan pembaruan informasi dari petugas berwenang masih diperlukan.

Penulis: Hafiz | Editor: IAS

Bagikan: