Langsung ke konten

Golkar Buka Suara soal Bahlil Diseret Isu Penyadapan Prabowo, Sarmuji: Jangan Hiraukan Kabar yang Tak Terverifikasi

Hafiz

2 kali dibaca

Golkar Buka Suara soal Bahlil Diseret Isu Penyadapan Prabowo, Sarmuji: Jangan Hiraukan Kabar yang Tak Terverifikasi
Ketum Golkar Bahlil ( Sumber Istimewa)

Media Anak Bangsa.com – Nama Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, ikut menjadi sorotan di tengah bergulirnya kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi isu tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan publik agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum memiliki kejelasan fakta.

Sarmuji menegaskan, partainya tidak ingin memberikan respons berlebihan terhadap kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurutnya, informasi yang tidak memiliki dasar verifikasi sebaiknya tidak langsung menjadi konsumsi yang dipercaya masyarakat.

"Sesuatu yang tidak bisa dikonfirmasi sebenarnya tidak perlu dihiraukan," kata Sarmuji, dikutip dari video pemberitaan, Jumat (6/11/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah isu yang mengaitkan Bahlil dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo ramai beredar di ruang publik.

Bagi Golkar, informasi yang berkembang tanpa bukti yang jelas perlu disikapi secara hati-hati. Sarmuji juga menilai, Ketua Umum Golkar tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi sasaran isu yang belakangan dinilai tidak terbukti kebenarannya.

Ia pun meminta agar kabar yang kembali menyeret nama Bahlil tidak langsung dianggap sebagai fakta.

"Sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja. Karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi," ujar Sarmuji.

Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian publik setelah sejumlah pejabat kepolisian ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam informasi yang beredar, dugaan penyadapan disebut tidak hanya menyasar kepala negara, tetapi juga sejumlah pejabat negara, tokoh politik, tokoh agama, hingga kalangan pengusaha.

Nama sejumlah pihak kemudian ikut muncul dalam berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial. Salah satunya adalah Bahlil Lahadalia.

Namun, hingga informasi yang disampaikan Sarmuji pada Jumat (6/11/2026), Golkar menegaskan bahwa tuduhan yang mengaitkan Bahlil belum memiliki dasar yang dapat diverifikasi.

Sikap tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital, ketika sebuah kabar dapat menyebar luas sebelum fakta dan sumbernya benar-benar diperiksa.

Bantah Terlibat, Minta Kasus Diusut Tuntas

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, juga memberikan tanggapan langsung terhadap tuduhan yang menyeret namanya.

Pada Sabtu (7/11/2026), Bahlil membantah terlibat dalam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo. Ia bahkan mengaku dirinya juga menjadi pihak yang disadap.

"Gimana saya ikut penyadapan presiden, saya saja disadap," ujar Bahlil dalam acara pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Maluku di Ambon.

Bahlil turut menyatakan dukungannya terhadap upaya aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara menyeluruh dan transparan.

Ia meminta pihak yang menyampaikan tuduhan terhadap dirinya untuk membuktikan informasi tersebut. Bahlil juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum apabila tuduhan itu tidak disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Perkembangan kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo masih menjadi perhatian masyarakat. Namun, munculnya nama seseorang dalam pemberitaan atau percakapan media sosial tidak serta-merta membuktikan adanya keterlibatan dalam suatu tindak pidana.

Pernyataan Golkar melalui Sarmuji dan bantahan langsung Bahlil menjadi bagian dari informasi yang perlu diketahui publik secara berimbang.

Di sisi lain, proses penegakan hukum tetap menjadi hal utama untuk mengungkap siapa saja yang benar-benar terlibat, bagaimana dugaan penyadapan berlangsung, serta apakah terdapat pihak lain yang membantu atau mengetahui aktivitas tersebut.

Masyarakat pun diharapkan tetap mengikuti perkembangan kasus melalui keterangan resmi aparat penegak hukum dan pernyataan pihak-pihak terkait.

Sebab, dalam perkara yang menyangkut keamanan kepala negara dan institusi pemerintahan, akurasi informasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Penulis: Hafiz | Editor: Kentung aj

Bagikan: