RuangAnakBangsa.com - GAC Indonesia resmi meluncurkan AION i60 di Indonesia pada Sabtu (7/11/2026).
SUV listrik ini hadir dengan sejumlah teknologi dan fitur menarik, mulai dari baterai berkapasitas 75 kWh, jarak tempuh yang diklaim mencapai 602 kilometer berdasarkan standar NEDC, hingga berbagai perangkat keselamatan dan kenyamanan.
Selain itu, AION i60 menawarkan sejumlah kelengkapan yang tidak selalu ditemukan pada kendaraan listrik lain, seperti kulkas terintegrasi dan ban serep.
GAC juga mengusung konsep All-Rounder Vehicle untuk menggambarkan kendaraan yang dirancang memenuhi beragam kebutuhan mobilitas.
Namun, di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ramai, kelengkapan fitur bukan satu-satunya aspek yang perlu diperhatikan konsumen.
Kesiapan layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, serta kepastian penanganan ketika kendaraan mengalami gangguan juga menjadi bagian penting dalam keputusan pembelian.
GAC Indonesia menyatakan telah menyiapkan sejumlah program perlindungan bagi pemilik AION i60. Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, garansi baterai dan motor listrik diberikan selama delapan tahun atau 200.000 kilometer. Sementara garansi kendaraan berlaku delapan tahun atau 160.000 kilometer.
Konsumen juga mendapatkan gratis perawatan berkala selama tiga tahun atau 60.000 kilometer, termasuk biaya jasa dan suku cadang.
Dukungan lainnya berupa Roadside Assistance selama delapan tahun serta layanan Mobile Service gratis dalam radius 40 kilometer.
"Kami percaya kendaraan yang baik adalah kendaraan yang mampu memahami kebutuhan penggunanya. Melalui AION i60, kami ingin menghadirkan pilihan mobilitas yang menyeluruh, didukung teknologi, kualitas produk, serta layanan yang memberikan ketenangan sepanjang masa kepemilikan." ujar CEO GAC Indonesia, Andry Ciu, salam keterangan resminya yang dilihat Minggu (8/11/2026).
Meski demikian, sejumlah aspek layanan tersebut tetap perlu diketahui secara terperinci oleh calon pemilik. Misalnya, bagaimana mekanisme klaim garansi apabila terjadi gangguan pada sistem baterai, motor listrik, maupun komponen elektronik kendaraan?
Konsumen juga perlu mengetahui komponen apa saja yang masuk dalam cakupan garansi, ketentuan yang dapat menggugurkan klaim, serta berapa lama proses pemeriksaan dan perbaikan di bengkel resmi.
Ketersediaan suku cadang juga menjadi perhatian tersendiri. Apalagi, penanganan kendaraan listrik membutuhkan peralatan diagnostik dan teknisi dengan kompetensi khusus.
Kejelasan jaringan bengkel, distribusi komponen, serta waktu penyelesaian perbaikan akan memengaruhi pengalaman kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.
Begitu pula dengan layanan bantuan darurat dan Mobile Service. Informasi mengenai wilayah cakupan, waktu respons, serta jenis gangguan yang dapat ditangani perlu dipahami konsumen sebelum membeli kendaraan.
Hal ini bukan berarti AION i60 memiliki persoalan pada kualitas maupun layanan. Namun, transparansi mengenai jaminan dan prosedur purnajual penting agar konsumen memahami hak serta fasilitas yang diperoleh.
Pada akhirnya, persaingan mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh kapasitas baterai, jarak tempuh, dan banyaknya fitur.
Kemampuan produsen memastikan kendaraan tetap mendapat dukungan teknis setelah meninggalkan ruang pamer juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen.